Pengaruh perkembangan teknologi internet merupakan isu yang sebisa mungkin dihadapi dengan lebih bijaksana. Di minggu-minggu sebelumnya, kita telah membahas ragam isu, dalam hal ini persoalan jarak dan waktu, yang kemudian mempengaruhi bagaimana cara kita menerima dan memanfaatkan informasi. Pada bagian terakhir ini, kita akan membahas beberapa isu besar lain yang berkaitan dengan kehadiran serta dominasi teknologi internet di masa sekarang.
Pemanfaatan internet belakangan ini sedikit banyak memicu sikap mengakses dan menyelami informasi secara parsial dan minimal. Dalam hal ini, mayoritas pengguna internet enggan untuk melakukan fact-checking bahkan spell-checking yang berakibat tersebarnya berita-berita ataupun informasi yang tidak komprehensif. Hal ini tidak sepele karena dalam skala yang lebih besar bisa saja berkaitan dengan pemahaman terhadap pendidikan, agama, hingga ideologi politik tertentu. Kita memahami bahwa sikap fanatik seringkali menghasilkan individu hingga komunitas-komunitas yang memaksakan paham atau kepercayaannya secara semena-mena. Hal tersebut bisa saja dengan mudah (dan dengan cepat) menyebar melalui pemanfaatan teknologi internet.
Sikap dan kebiasaan kita untuk selalu mengecek ulang sebuah fakta menjadi sangat penting di era internet untuk menghindari persebaran pemahaman yang masih dalam tahap awal. Sudah cukup banyak artikel ataupun fakta berupa interaksi di media sosial yang menunjukkan kontribusi pihak-pihak yang minim pengetahuan. Beberapa artikel bahkan secara ekstrem menyebut teknologi internet sangat berpotensi menyebarkan kebodohan sekaligus mempromosikan orang-orang yang dianggap rendah secara intelektual. Hal tersebut tentunya menjadi masalah mendasar terutama bagi negara-negara dengan tingkat literasi yang rendah.
Hal lain berkaitan dengan perkembangan teknologi internet saat ini adalah kemampuan individu untuk melihat gambaran besar (the big picture). Akses informasi yang parsial dan tidak komprehensif bisa saja memicu seseorang untuk menyempitkan khazanah berpikirnya, baik secara sadar maupun tidak sadar. Kita menyadari bahwa era dimana gagasan-gagasan besar mungkin telah berakhir di periode Modern sekitar 20 hingga 30 tahun yang lalu. Namun, bukan berarti kita harus kehilangan sosok-sosok visioner yang pada kenyataannya selalu mampu memberi perubahan signifikan pada kondisi-kondisi tertentu di suatu daerah. Era internet memudahkan kita untuk memperoleh informasi, namun teknologi tambahannya seperti bubble filter bisa saja membuat pemahaman individu saat ini menjadi tersegmentasi. Individu menjadi terobsesi dengan detail dan melupakan posisinya dalam lingkup yang lebih luas: lingkungan, masyarakat, negara, dunia, semesta.
We (probably) care a lot about the details but (probably) dismissing the ability to see the big picture.
Sumber:
https://www.ft.com/content/7d9874c0-a25d-11e5-8d70-42b68cfae6e4
https://www.babble.com/tech/7-ways-technology-has-changed-our-lives-forever/
http://www.dailymail.co.uk/sciencetech/article-565207/Modern-technology-changing-way-brains-work-says-neuroscientist.html
http://www.klientsolutech.com/examples-of-how-technology-has-changed-our-lives/

