Dalam dunia digital yang sudah semakin berkembang, dunia bisnis juga memiliki ketergantungan yang semakin tinggi dalam memanfaatkannya, terutama untuk melakukan pemasaran produk/jasa. Seiring munculnya kebutuhan tersebut, turut muncul pula berbagai profesi baru yang mungkin sebelumnya tidak pernah kita kenal dan dengar, dua diantaranya adalah profesi Influencer/buzzer.
Influencer
Secara umum, influencer dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki kemampuan untuk memengaruhi orang lain, utamanya melalui konten di media sosial. Apa yang mereka lakukan dengan konten foto, video, dan tulisan mampu membawa efek signifikan kepada banyak orang, karena biasanya influencer ini sudah memiliki personal brand yang spesifik, sehingga apapun yang mereka sampaikan mengenai topik yang lekat pada personal brand nya akan sangat mudah untuk dipercaya oleh audiens nya. Mereka mampu menggiring audiens nya untuk melakukan suatu hal atau membuat followers mereka tahu akan suatu informasi secara cepat dan masif. Beberapa platform media sosial yang cukup popular digunakan oleh influencer antara lain Instagram, Blog, YouTube, Twitter, Facebook, dan Pinterest. Konten yang mereka ciptakan pun dapat disesuaikan dengan pesan yang ingin disampaikan dan segmentasi pasar yang ingin dipengaruhi. Umumnya influencer rutin mengampanyekan sesuatu lewat media sosial mereka dan memiliki pengikut yang besar.
Buzzer
Serupa dengan influencer, buzzer juga dapat memiliki kekuatan untuk memengaruhi orang lain. Namun, buzzer biasanya tidak eksklusif memiliki niche khusus yang terbangun melalui personal brand mereka sehingga apa yang mereka kampanyekan biasanya lebih untuk yang bersifat umum, seperti promosi event, pakaian, hingga tokoh politik. Buzzer seringkali dijadikan sebagai pengingat kepada target audiens akan suatu informasi dan menaikkan informasi tersebut ke khalayak yang lebih ramai. Berhubung personal branding buzzer biasanya tidak dibangun atas persona yang riil, maka para buzzer seringkali tidak menggunakan akun personal melainkan dengan nama lain (pseudonym).
Sudah paham perbedaan antara influencer dan buzzer? Sekarang mari kita bahas tentang apa yang biasanya mereka lakukan untuk menjadi influencer dan buzzer yang sukses di media sosial.
Sebagaimana dibahas di awal, bahwa profesi influencer dan buzzer muncul sebagai penunjang untuk memenuhi kebutuhan dalam memasarkan produk/jasa/ide di dunia digital. Mengapa hal itu bisa terjadi? Anda bisa lihat dari data berikut:
Pasar saat ini memiliki kerentanan untuk dipengaruhi oleh seorang influencer/buzzer, maka dari itu para pelaku bisnis membutuhkan profesi tersebut untuk memudahkan dalam melakukan pemasaran.
Berbanding lurus dengan demand-nya, profesi influencer/buzzer juga memiliki tingkat persaingan yang ketat, karena profesi tersebut dianggap menggiurkan dalam segi pendapatan. Anda bisa lihat estimasi pendapatan mereka dari data yang dihimpun oleh Tirto.id berikut ini:
Oleh karena itu, untuk dapat terjun dan berkompetisi dalam menjalankan profesi sebagai Influencer/buzzer, ada beberapa hal yang harus Anda persiapkan:
1. Optimalkan Profil Media Sosial Anda
Untuk memudahkan para pencari influencer/buzzer menemukan Anda, pastikan bahwa profil Anda dapat mudah ditemukan oleh mereka dalam pencarian organik. Representasikan diri dan apa keunikan diri Anda yang dapat dijual atau dibutuhkan oleh pihak yang mencari Anda. Pastikan semuanya tertulis dengan jelas dan seringkas mungkin di bagian biografi profil media sosial Anda.
- Upgrade profil media sosial menjadi mode bisnis agar memudahkan untuk ditemukan.
- Foto profil sebaiknya menunjukkan wajah.
- Cantumkan minat di biografi profil.
- Cantumkan semua alamat media sosial yang dimiliki.
2. Perkuat Konten di Media Sosial
Untuk mendapatkan audiens baru, sudah tentu harus rutin memosting konten secara berkala. Tapi, bagaimana para pelaku bisnis bisa mengidentifikasi bahwa Anda adalah seorang influencer/buzzer?
- Post mengenai topik atau isu yang memang Anda kuasai.
- Tingkatkan kualitas deskripsi atau caption pada postingan.
- Gunakan tags dan hashtag yang sesuai.
- Atur postingan secara regular/berkala.
3. Jadilah Diri Sendiri untuk Membangun Loyalitas Audiens
Sebagai influencer/buzzer, Anda dinilai dari siapa audiens Anda. Maka dari itu penting untuk menjadi diri sendiri agar Anda mendapatkan audiens yang loyal, yang terus mengikuti konten – konten yang Anda posting. Karena yang berharga dan dapat menjadi daya jual penting untuk para pelaku bisnis adalah audiens Anda.
Pembelian followers hanya akan merusak reputasi Anda, dapat dilihat dari ketidakcocokan antara engagement yang diperoleh tiap postingan Anda dengan berapa banyaknya followers Anda.
Calon klien Anda membutuhkan loyalitas audiens yang dapat dituju untuk target pemasaran produk/jasa mereka, bukan serta-merta dari banyaknya followers.
Menjadi influencer/buzzer saat ini adalah profesi yang menggiurkan. Dengan membangun brand image yang baik dan konten yang berkualitas, Anda akan mendapatkan audiens loyal yang dapat diarahkan dan mengikuti apa yang Anda katakan/gunakan. Situasi seperti itulah yang dibutuhkan oleh para pelaku bisnis untuk memasarkan produk mereka ke target yang menurut mereka tepat. Jadi, sudah siapkah Anda menjadi bagian terpenting dalam era pemasaran digital saat ini?
Sumber:
https://www.socialbakers.com/blog/become-a-successful-social-media-influencer?id=2779
https://tirto.id/bisnis-menggiurkan-endorsement-di-media-sosial-bXTW
http://www.lautandigital.com/apa-itu-influencer-micro-influencer-selebgram-dan-buzzer/
http://www.flyingpointdigital.com/2016/02/01/influencer-marketing-strategy-in-2016-infographic/


