Pelanggan yang puas dan loyal merupakan aset penting bagi sebuah brand. Sehingga sangat perlu memilih strategi marketing terbaik untuk menjadi ujung tombak bagi sebuah brand. Semakin berkembangnya dunia marketing, maka penggunaan emotional marketing merupakan salah satu alternatif dalam memenangkan hati pelanggan.
Emotional marketing adalah suatu tindakan yang dilakukan brand untuk menjaga pelanggannya agar tercipta ikatan emosi dalam diri pelanggan untuk tetap mempertahankan penggunaan produk dari sebuah brand. Daya tarik emosional yang tepat dapat menyentuh hati pelanggan, sehingga lebih mudah bagi mereka untuk mengingat apa pesan yang dijual sebuah brand.
Emosi juga membantu kita terhubung dengan satu sama lain dan mengilhami kita untuk bertindak. Ketika kita menemukan sebuah cerita yang menarik atau keren, tentu kita ingin berbagi dengan teman-teman lainnya.
Ikatan emosional antara pelanggan dengan brand adalah sesuatu yang bisa dibangun. Tenang, penjualan yang belum maksimal bukan sepenuhnya salah Anda kok. Bisa jadi karena Anda belum mengetahui tiga level ini untuk dapat menjalin hubungan tersebut.
1. Fungsional
Yang dimaksud di sini adalah bagaimana reliabilitas produk atau jasa Anda. Sejauh mana produk Anda dipercaya oleh pelanggan. Sejauh mana produk Anda secara konsisten menjawab semua permasalahan pelanggan. Semakin kuat marketing yang Anda lakukan maka pelanggan akan semakin mempercayai produk Anda. Testimoni adalah satu dari sekian banyak cara untuk memupuk kepercayaan pelanggan.
2. Emosional
Untuk menumbuhkan sesuatu yang emosional memang susah-susah gampang. Hal ini dikarenakan karakter pelanggan yang tentunya berbeda setiap orang. Copywriting merupakan solusi yang tepat untuk Anda yang ingin menyentuh tingkat emosional pelanggan. Melalui tulisan, Anda juga dapat dengan mudah menyentuh tingkat emosional pelanggan sehingga dengan sadar pelanggan akan langsung membeli produk Anda setelah membaca tulisan yang Anda buat.
3. Inspirasional
Bagaimana nilai-nilai yang diusung brand ditangkap pelanggan. Setelah pelanggan sadar dan tahu akan nilai-nilai yang Anda tawarkan pada pelanggan, maka secara sukarela pelanggan akan mengantri untuk membeli produk Anda.
Pengaruh emosional pelanggan memang sering diabaikan oleh marketer ataupun pelanggan itu sendiri. Peluang inilah yang sebenarnya bisa kita ambil dan jangan sampai diabaikan begitu saja. Agar pelanggan termotivasi untuk berbagi dan tercipta ikatan yang kuat dengan brand, Anda hanya perlu fokus dalam memicu emosi yang tepat, dari khalayak yang tepat, dan pada waktu yang tepat.
So, siap mencoba metode pemasaran yang satu ini? Punya ide ‘gila’ yang ingin dibagi dengan kami dalam penerapannya?
(dari berbagai sumber)