Marketing merupakan bentuk komunikasi antara Anda dan pelanggan dengan tujuan menjual produk atau jasa kepada mereka. Mengkomunikasikan nilai produk atau layanan adalah aspek kunci dari pemasaran. Selama beberapa dekade mendatang, marketing akan berkembang secara dramatis; data yang besar sudah merubah segalanya. Pertanyaannya adalah: “Apakah marketing memiliki “aturan” yang benar ketika sasaran audiens berada di online atau offline?”
Tapi, apa pun yang terjadi, kemungkinan bahwa aturan-aturan marketing berikut tidak akan pernah berubah karena didasarkan pada psikologi konsumen. Dan memiliki implikasi untuk strategi bisnis, pengembangan produk dan, terutama, pertumbuhan bisnis Anda:
- Menjadi yang pertama lebih penting daripada menjadi yang lebih baik.
Coke merupakan yang pertama dalam kategori minuman soda dan kesan itu berlangsung selama beberapa generasi. Coca-Cola didirikan pada tahun 1892. Dalam 124 tahun sejak didirikannya, brang yang sejenis tak terhitung jumlahnya telah datang dan pergi. Hanya Pepsi (didirikan pada tahun 1898, hanya enam tahun setelah Coke) yang tetap menjadi pesaing nyata. Namun, pada tahun 2015, Coke memiliki 42,7 persen dari pasar AS untuk softdrink, sedangkan Pepsi hanya memiliki 31,1 persen.

Dengan kata lain, bahwa Coke sebagai pioneer memiliki keuntungan 11,6 persen 124 tahun kemudian. Hal ini benar meskipun faktanya bahwa Pepsi sebenarnya menang dalam tes rasa.
2. Jika tidak dapat menjadi yang pertama dalam sebuah kategori, buatlah yang baru.
Di hampir setiap kategori baru yang pernah ditemukan, ada sebuah perusahaan yang pertama, dan ada banyak peniru. Tapi, seperti Coke dan Pepsi, selama beberapa dekade menjadi kompetisi dua perusahaan, bukan hanya sebagai pioneer dan peniru.
Yang terjadi dalam kategori dunia komputer, dengan Hewlett-Packard dan Dell (28,1 persen pangsa pasar AS dibandingkan. 23,9 precent). Dan itu terjadi di industri otomotif, dengan GM dan Ford (17,4 persen vs 15,3 persen). Jika Anda ketiga, keempat atau kelima dalam salah satu kategori ini – Semoga beruntung!
Tapi apakah mungkin untuk tidak menjadi yang pertama atau kedua dalam kategori dan masih menang? Ya, jika Anda membuat kategori baru sepenuhnya. Anda dapat melakukannya baik dengan mengkhususkan diri dalam kategori yang ada atau membuka pasar geografis baru.
Misalnya, Apple tahu bahwa mereka tidak dapat secara signifikan menembus kategori notebook di seluruh dunia yang didominasi oleh HP dan Lenovo (20,7 persen vs. 20 persen) karena masuk terlambat. Jadi, pada tahun 2012, ia menciptakan, kategori baru notebook khusus: tablet. Saat ini, Apple adalah yang pertama di dunia di tablet, dengan 29,6 persen dari pasar.
3. Jika Anda memiliki “perkataan”, Anda memiliki “perasaan”
Slogan Nike “Just do it” adalah contoh yang bagus dari brand yang memiliki “perasaan”. Nike telah menjalankan iklan “Just do it” sejak tahun 1988. Saat ini, ketika orang berpikir tentang brand, mereka berpikir tentang mengikat tali sepatu mereka dan “just do it”.

Ini tidak mengherankan, kemudian, bahwa Nike telah berhasil melewati pemimpin pasar sepatu yaitu Adidas. Saat ini, Nike memiliki 27,2 persen pasar sepatu global sementara Adidas memiliki hanya 8,7 persen dari pasar AS.
Jadi, tanyakan ini kepada diri Anda sendiri:
• Apakah Anda yang “pertama” dalam kategori Anda, atau membuat kategori baru?
• Apakah Anda memiliki sebuah “kata”, “perasaan” atau “persepsi” di benak konsumen?
• Apakah Anda melewati batas brand atau tetap fokus pada jalurnya?