Bad Review: Respon Dengan Positif

Idea@work - Bad Review: Respon Dengan Positif.#blogpost
Bad Review: Respon Dengan Positif

Bagi kamu yang memutuskan berkecimpung dalam dunia bisnis tentunya sangat memahami bahwa memberikan pelayanan terbaik bagi customer adalah hal yang mutlak. Karena dengan service tersebut, ia juga bisa menjadi salah satu faktor bertumbuhnya bisnis kamu. Dengan perkembangan sosial media yang begitu terbuka pada audiensnya, sangat memungkinkan ia mudah diakses dimana saja, termasuk dalam memberikan service yang baik.

Sosial media adalah tentang percakapan, dimana ketika percakapan positif yang kita terima disambut dengan baik dan merupakan keuntungan bagi brand. Namun sebaliknya, jika terselip percakapan negatif, ini ibarat mimpi buruk! Tapi sebagai brand, kamu harus bisa menangani komentar negatif ini sebaik mungkin sama seperti kamu menangani komentar-komentar positif. Keep your eyes open!

Seringkali, service yang sudah semaksimal mungkin dilakukan masih bisa terjadi kesalahan yang mengecewakan customer kamu.  Karena itulah kita akan menghadapi kondisi di mana customer tidak puas dengan produk atau jasa yang kamu tawarkan. Dan hal ini bisa timbul melalui percakapan yang berupa keluhan atau masukan. Percayalah, kondisi ini bisa kamu manfaatkan sebagai penguat hubungan antara brand  dan customer.

Ada banyak penyebab mengapa customer melakukan komplain. Dari mulai telat menerima pesanan, ada produk yang cacat,  sampai ketidaksesuaian produk dengan iklan yang ditampilkan. Lalu, bagaimana menangani komplain customer dengan baik? Berikut kami share beberapa tipsnya:

  1. Jangan mengabaikan komentar yang masuk, apalagi sampai menghapus. Hal ini hanya akan memberi kesan buruk bagi brand. Memberikan jawaban yang positif juga menawarkan solusi bisa mengubah komentar yang buruk menjadi positif.
  2. Menanggapi dengan cepat adalah penting. Hal ini bisa membantu kamu untuk mengurangi feedback Konsistenlah memberikan respon, meskipun pada akhir pekan.
  3. Lakukan percakapan secara offline, karena komunikasi pada sosial media akan menarik orang lain untuk ikut berkomentar. Tanggapan pertamamu harus diketahui publik lalu kamu bisa melanjutkannya dengan percakapan pribadi.
  4. Jangan menganggap komplain sebagai masalah pribadi. Hal ini harus kamu ingat karena mereka marah bukan kepada kamu sebagai individu. Komentar negatif mungkin bisa membuat kamu marah dan tidak nyaman. Namun, cobalah untuk selalu bersikap positif.
  5. Tetap terhubung dengan Selalu lakukan tindak lanjut untuk memastikan bahwa kebutuhan mereka terpenuhi. Pendekatan personal juga bisa dilakukan agar mereka merasa bahwa pendapatnya didengar. Ini akan menjadi sinyal bagi mereka bahwa kamu menghargai mereka sebagai customer.

Jika kamu berhasil melalui komentar-komentar negatif dari customer kamu, jadikan sebagai pengalaman berharga demi kelangsungan brand kamu. Siap ‘kan, melakukan yang terbaik untuk bisnismu?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects