Setelah melewati satu bulan penuh turnamen berlangsung dan 51 pertandingan, UEFA Euro 2016 di Perancis mengeluarkan Portugal sebagai juara pertama, setelah mereka menaklukan tuan rumah Perancis dengan satu angka di final. Partai pamungkas kala itu menyisakan banyak cerita, dari mulai serangga ngengat yang terbang ke sana ke mari di stadion hingga pertandingan tanpa si fenomenal CR7 sejak menit ke delapan pertandingan.
Laga tersebut agaknya mewakili apa yang terjadi di Euro 2016 dalam aspek marketing; kemasan pemasaran yang kontroversial, inovatif, kreatif, dan prestisius semua jadi satu dalam turnamen empat tahunan ini, kali ini. Lalu, apa yang dapat kita ambil dari itu semua? Meski sudah lewat beberapa pekan, setidaknya Euro 2016 mengajarkan para marketers untuk dua hal ini!
Konten yang memicu reaksi dan relevan
Inilah kunci dalam social media marketing. Bukan hanya di momen yang tepat, konten media sosial harus relevan dengan isu. Enggak mesti melulu dikaitkan dengan brand lho! Untuk kasus Euro 2016, konten bisa membahas seputar laju pertandingan atau hal-hal menarik di dalamnya. Contohnya, konten meme kocak buatan Carling yang satu ini.
Carling, sebuah brand bir yang tidak menjadi sponsor Euro 2016, mengangkat kejenakaan dari kejadian serangga ngengat yang menginvasi stadion saat laga pamungkas berlangsung. Khususnya, ia membahas soal ngengat yang ada di dahi Cristiano Ronaldo.
I think we all know who the real winner in that first half was #RonaldosMoth pic.twitter.com/ALAfbmigd3
— Carling (@carling) July 10, 2016
Carling dan salah satu isu unik yang ada di konten medsosnya
Kerja sama dengan juru bicara, bukan ‘sekadar’ selebriti
Euro 2016 juga mengajarkan kita untuk memilih ambassador yang tepat. Pilih ambassador yang bisa menjadi ‘juru bicara’, dalam artian ia dapat terasosiasi dengan satu image yang ingin kamu perlihatkan, tidak hanya mengandalkan level of fame yang tinggi. Dengan kualitasnya, ambassador seakan berbicara untuk sebuah penggambaran.
Adidas telah memperlihatkan contoh yang tepat dalam kampanye “First Never Follows” mereka, dengan mengangkat beberapa atlet Euro 2016 yang mewakili gambaran kekuatan dari seorang pesepakbola.
https://www.youtube.com/embed/JGQvMODVloIAdidas memilih Gareth Bale dalam campaign “First Never Follows”.
Paling tidak, dua hal itulah yang bisa kamu serap untuk strategi marketing-mu berikutnya. Atau, ada hal lain yang kamu temui dalam Euro 2016?