Gamification Marketing: Game for Marketers

idea@work - Gamification Marketing: Game for Marketers. #blogpost
Gamification Marketing: Game for Marketers

Game! game! game! Di mana-mana ada game. Pernahkah terbersit di pikiranmu mengapa orang gemar bermain game? Ternyata jawabannya bukan sekedar ‘menyenangkan’ atau tidak. Memang tujuan utama orang bermain game adalah untuk hiburan, tapi seperti yang dikatakan oleh Jane McGonigal, seorang video game designer bahwa, “Games are providing rewards that reality is not. They are teaching and inspiring and engaging us in ways that reality is not. They are bringing us together in ways that reality is not.”. Yes, that’s an undeniable reason, right? Because human tends to have counterfactual thinking sometimes.

Seperti yang dilansir oleh Badgeville, Inc., yang merupakan perusahaan penyedia layanan Gamification ini bahwa Gamification mencakup sejumlah konsep psikologis. Salah satunya yaitu motivasi eksternal yang mengacu pada motivasi yang mendorong seseorang untuk melakukan atau menyelesaikan tugas untuk mendapatkan reward. Reward tersebut dapat menjadi item yang nyata seperti uang dan piala, atau konstruksi tak berwujud seperti status sosial, rasa hormat, dan penghargaan.

Gamification ini biasanya melibatkan penerapan mekanisme game untuk aplikasi non-game agar lebih menyenangkan dan menarik. Memangnya ada hubungannya dengan marketing? Tentu saja ada. Istilah yang pertama kali diciptakan pada tahun 2003 oleh Nick Pelling ini dapat menekankan pengalaman pengguna terhadap suatu brand dan membangun loyalitas sebuah brand. Dengan menerapkan mekanisme tersebut dapat meningkatkan “engagement” yang lebih mendalam dengan pengguna.

Berikut ini yang dapat kamu lakukan dalam menerapkan teknik Gamification:

  • Menambahkan poin untuk tugas-tugas yang melibatkan pengguna dengan konten.
  • Memberikan badge/reward setelah kriteria terpenuhi. Reward membantu meningkatkan status pengguna, membuat mereka merasa berhasil dan penting.
  • Buat Leaderboard untuk menunjukkan pengguna terbaik.
  • Penyelesaian tantangan dapat dikaitkan untuk membuka “level” yang lebih tinggi.
Siapa sih yang tidak suka reward?
Siapa sih yang tidak suka reward?

Salah satu brand yang telah menerapkan teknik Gamification ini adalah Starbucks. Perusahaan kopi Amerika ini meluncurkan “My Starbucks Rewards” pada tahun 2009. Setiap kali pelanggan membeli produk Starbucks, mereka akan mendapatkan bintang. Ada tiga “level” tergantung pada tingkat loyalitas pengguna. Dan itu diukur dari sering tidaknya mereka ‘mengunjungi’ Starbucks. Contoh manfaatnya termasuk: tambahan secangkir kopi, hadiah ulang tahun atau bahkan penawaran yang dirancang khusus untuk pelanggan. Pada tahun 2012, pengguna My Starbucks Reward mencapai sekitar 4,5 juta. Dari kartunya saja, Starbucks terhitung mengantongi 3 miliar dollar per tahun.

Ternyata game bukan hanya sekedar mengenai menjadi seorang protagonis yang harus membunuh si musuh untuk menciptakan situasi kehidupan yang damai, ‘kan? Ya, teknik yang menerapkan mekanisme game ini bisa menjadi salah satu strategi marketing yang efektif.

Jadi, tertarik menggunakan teknik Gamification untuk brandmu? Let’s Gamify it!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects