Hashtag bisa kita temukan di channel media sosial mana pun. Dipopulerkan oleh Twitter, kemudian Flickr, Instagram, Facebook, Pinterest, Youtube, Google+, dan lainnya. Dari yang awalnya hanya sebagai fitur kategori pencarian di Twitter, hashtag berubah menjadi “amunisi tambahan” bagi marketer, khususnya di dunia digital.
Hashtag adalah bagian penting dari strategi pemasaran di media sosial. Berfungsi sebagai pelabelan sebuah konten atau produk, dan juga membantu agar dapat ditemukan audiens. Jika dilakukan dengan benar, penggunakan hashtag di media sosial dapat menjadi dasar untuk menghasilkan exposure dan merupakan cara yang bagus untuk menghasilkan keterlibatan konsumen.
Brand atau produk baru dapat menggunakan hashtag untuk mendapatkan pengakuan dan membangun ekuitas. Sebuah survei yang dilakukan oleh Marketingland menyebutkan, bahwa 41% audiens akan klik sebuah hashtag untuk mempelajari lebih lanjut tentang sebuah produk. Lalu, 34% menggunakan hashtag untuk menelusuri atau mengikuti merek atau topik favorit mereka.
Seperti apa hashtag yang cocok untuk bisnis Anda?
Walau hanya sebuah kata-kata sederhana, peran hashtag tidak lagi sesederhana namanya. Ada banyak faktor dan pertimbangan dalam membuat sebuah hashtag, yang akan menjadi penentu keberhasilan pemasaran Anda. Berikut beberapa hal yang bisa menjadi acuan dalam membuat sebuah hashtag.
1. Carilah kata yang mewakili pesan brand atau produk.
Sebuah pesan memang harus disampaikan dengan jelas dan lengkap. Jika tidak, pesan tersebut tidak akan sampai kepada audiens. Nah, disitulah tantangannya, bagaimana kita mengolah kata-kata sedemikian rupa menjadi hashtag yang powerful untuk mewakili pesan dari brand dan produk Anda. Belum terbayang? Oke, berikut contohnya. Minute Maid menggunakan hashtag #doingood. Mereka memberikan pesan kepada masyarakat luas untuk selalu melakukan hal-hal yang baik. Sebenarnya, kalo dilihat dari sisi lain, Minute Maid disini juga bermaksud jika menggunakan produknya mereka adalah salah satu cara “melakukan sesuatu yang baik”.
2. Harus unik dan belum ada yang menggunakan sebelumnya.
Kadang sulit memang untuk membuat sesuatu yang unik dan belum ada sebelumnya. Ditambah lagi harus menuangkan dalam sebuah kata atau kalimat. Jika keunikan ini sudah ditemukan dan dijalankan dengan tepat, akan menimbulkan daya tarik tersendiri bagi brand dan sebuah produk untuk menjadi pembicaraan.
Salah satu contoh yang pernah dilakukan, yaitu pada saat Coca Cola memproduksi kemasan botol dan juga kaleng bertuliskan “Share a Coke With” dengan nama dan titel berbeda, misalnya “Share a Coke with Mom” atau “Share a Coke with Michael” dll. Coca Cola pun berhasil menggunakan hashtag #ShareACoke untuk memancing pelanggan mereka menge-tweet dan berbagi kisah-kisah mereka menggunakan hashtag ini.
3. Buat sesingkat mungkin, agar mudah diingat dan diucapkan.
Salah satu aturan dan unsur terpenting untuk hashtag adalah harus relatif singkat. Secara umum, semakin pendek, semakin baik. Menyambung dengan poin ke 2 sebelumnya, semakin unik semakin mudah diingat dan menempel dibenak masyarakat.
Hashtag #AdaAQUA terbilang sukses menjadikan Aqua sebagai sebuah brand minuman yang mudah dikenali dan ingat oleh konsumen. Mengoneksikan daya konsentrasi manusia dengan kurang minum air putih menjadi fokus utama yang digunakan oleh Aqua sebagai branding yang pas.
4. Lihat dan amati yang sedang trending di media sosial.
Jika masih belum menemukan yang sesuai, Anda mungkin bisa mencari inspirasi dari hashtag-hashtag yang sedang trending di media social. Mungkin ada yang bisa di “modifikasi” menjadi hashtag yang “gue banget”.
Nah, sudah terbersitkah kata-kata apa yang akan dijadikan hashtag untuk produk Anda? Jangan ragu untuk berdiskusi dengan kami bagaimana membuat hashtag yang keren!
Sumber:
https://blog.wishpond.com/post/62253333766/3-key-hashtag-strategies-how-to-market-your-business
https://www.slideshare.net/propointgraphics/ppg26624-ppt-d-33848102
https://www.socialbakers.com/blog/2126-the-ultimate-guide-to-hashtags
http://keyhole.co/blog/5-valuable-hashtag-marketing-strategies-proven-to-engage-audiences/



