Jadikan Costumer Sebagai Marketers

Idea@work – Jadikan Costumer Sebagai Marketers. #blogpost
Jadikan Costumer Sebagai Marketers

Konsumen saat ini bukan hanya sekedar target pasar, namun bisa juga sebagai partner bagi sebuah brand. Kalau umumnya pemasaran dilakukan oleh brand itu sendiri, sekarang pemasaran justru dapat dilakukan oleh konsumen. Nah, pertanyaannya, konsumen seperti apa yang dapat melakukan pemasaran bagi sebuah brand? Konsumen yang loyal kepada brand itu sendiri, tentunya.

Mari kita bahas lagi sedikit bagaimana agar konsumen loyal terhadap brand. Pertama, pastikan produk dan layanan kita memiliki kualitas yang baik. Kedua, lakukan inovasi berkelanjutan dari produk dan layanan kita terutama di era internet saat ini. Dan yang ketiga, berikan promo, point reward, dan member card untuk para konsumen loyal tersebut. Apabila konsumen sudah loyal dan menjadi fanatik, maka mereka akan secara otomatis ‘mengambil alih’ pemasaran brand tersebut.

Selanjutnya, ada tiga hal penting untuk menjadikan konsumen sebagai pemasar bagi brand-mu. Apa sajakah itu? Here they are!

  1. Konsumen itu sendiri.

Hal yang paling utama dan penting adalah konsumen itu sendiri. Dengan keloyalan dari para konsumen, maka pemasaran dapat terjadi dari mulut ke mulut dan dari share serta update status mereka di media sosial.

  1. Topik pembicaraan

Agar konsumen bersedia membicarakan suatu produk, maka produk dari sebuah brand haruslah menarik dan berkualitas sehingga membuat konsumen merasa hebat dan bangga karena mengetahui banyak kelebihan dan lebih detail mengenai produk tersebut.

  1. Peer pressure dan prestige.

Yang dimaksud peer pressure adalah pengaruh dari kelompok agar seseorang atau calon konsumen mengubah perilaku, kebiasaan, dan nilai dirinya agar dapat diterima dalam kelompok tersebut. Mode fashion merupakan salah satu contoh dari peer pressure. Sedangkan prestige atau kebanggaan pada dasarnya merupakan kebutuhan semua orang. Seseorang yang menceritakan sebuah produk kepada orang lain akan merasa bangga jika produk yang diceritakan dan direkomendasikan tersebut kemudian dipakai oleh orang lain.

Jadi, tanpa harus mengeluarkan tambahan biaya lebih untuk beriklan besar, sebuah brand mampu merekrut pemasar handal dari kalangan konsumen mereka sendiri. Karena tak merasa sebagai pemasar, konsumen pun dengan senang hati melakukan kegiatan pemasaran tersebut. Kita juga tidak perlu lagi menggunakan teknik pemasaran “mengganggu”, seperti telemarketing, spamming via sms, dan broadcast BBM.

So, gimana? Tertarik menjadikan konsumen sebagai pemasar brand yang kamu jalankan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects