Siapa yang tidak suka dengan barang gratis? Kami yakin, kita semua menyukainya. Di samping yang berbayar, dalam pemasaran pun ada juga media-media yang dapat membantumu untuk memasarkan produk secara gratis. Ada yang gratis tentu ada pula yang berbayar, bukan? Lalu, mana yang lebih efektif; gratis atau berbayar?

Dalam pemasaran era digital, ada tiga media yang bisa digunakan dalam berkomunikasi dengan konsumen, yaitu Paid, Owned, dan Earned media. Paid merupakan media yang berbayar, kemudian Owned sebagai media yang kita punya dan kita bangun, dan Earned sebagai media di mana audience melakukan penyebaran konten. Sebuah brand dan pelaku bisnis harus mampu mengelola dan mengkombinasikan ketiga macam media ini. Pemusatan yang efektif dari ketiga jenis media ini adalah parameter yang menentukan kekuatan sebuah brand di masa mendatang.
Saat ini dunia marketing sudah tidak bisa dilakukan satu arah. Di sinilah peran penting strategi Paid, Owned, Earned (POE). POE adalah strategi komunikasi pemasaran yang mengkombinasikan tradisional media dan digital media agar keduanya saling mendukung dan terintegrasi satu sama lain, serta dengan sasaran yang tepat dan konten yang kreatif. Lalu, bagaimana cara menerapkan strategi POE tersebut dalam bisnis dan mengkombinasikannya?
1. Kombinasi Paid-Owned.
Kombinasi antara paid dan owned bisa dipahami sebagai langkah meningkatkan eksistensi media yang dikembangkan pengelola produk atau jasa dengan cara membayar biaya untuk mendorong keberadaan media tersebut.
Contoh kombinasi ini adalah dengan menggunakan search engine marketing (SEM) dan social media marketing (SMM). SEM atau search engine marketing itu mendorong keberadaan website kita di mesin pencari (search engine, Google misalnya) dengan membayar iklan berdasarkan klik atau kunjungan dari pencarian kata kunci tertentu yang sudah disiapkan sebelumnya untuk sebuah bisnis. Salah satu layanan yang bisa dipilih adalah Google AdWords.
2. Kombinasi Owned-Earned
Kemudian ada kombinasi antara owned dan earned. Diperlukan informasi produk yang jelas dari sebuah brand, kemudian membuat konten tepat dan menarik dengan tujuan membangun kepercayaan dengan calon konsumen. Sehingga nantinya akan menjadi dekat seperti seorang teman yang akan membantu kita. Kombinasi semacam inilah yang dikenal sebagai content marketing.
Search engine optimization (SEO) dan social media optimization (SMO) sangat berguna untuk memaksimalkan konten agar website memiliki kualitas kehadiran yang baik di mesin pencari dan media sosial secara organik atau tanpa harus membayar.
3. Kombinasi Earned-Paid
Terakhir, adalah kombinasi earned dan paid. Setelah membuat sebuah konten yang menarik, kemudian mengeluarkan biaya untuk sebuah akun menyebarkan konten itu. Dengan catatan, akun tersebut haruslah populer dan dikenal banyak audience sehingga dapat memberi pengaruh kebanyak orang dan calon konsumen, yang mana dapat memancing percakapan publik, bahkan menjadi viral di media sosial tentang produk atau brand. Kombinasi ini istilah kerennya biasa disebut dengan buzzer.
Lebih lanjut, penggunaan tiga kategori media itu bisa menjadi lebih mudah dan terlihat hasilnya jika dikerjakan bersama tim kreatif social media marketing seperti kami. Tertarik mencoba? Mari berdiskusi bersama beberapa cangkir kopi!
(dari berbagai sumber)