Lima Langkah Web Copywriting yang Tidak Boleh Disepelekan

Seberapa sering kamu menemukan konten website perusahaan—khususnya dari sisi kepenulisan—yang terdengar klise? Okay, let’s make this clear. Konten klise yang dimaksud adalah konten yang terlalu banyak menggugu diri sendiri; lebih banyak menyebut, “We are….. we are….. we are….”, ketimbang ajakan untuk berkolaborasi. Jadi, sekali lagi, seberapa sering kamu mendapati konten klise seperti itu di sebuah company website?

Banyak perusahaan yang kelihatannya gemar melakukan itu, dan membuat pemaparan tentang diri mereka terasa ‘kering’ dan kurang ‘manusiawi’. “Seperti berkencan dengan seseorang yang terus menceritakan tentang dirinya,” itu yang digambarkan Jean Tang, founder MarketSmiths, di TEDxGramercy. Terasa memuakkan bukan?

Jadi, selain web design yang ciamik, web copywriting adalah entitas penting lainnya untuk company website . Dan, inilah setidaknya lima tips agar orang betah berlama-lama nongkrong di situsmu!

1. Gunakan kalimat aktif.
Khususnya di laman “tentang kami” atau “about us”. Kalimat aktif selalu terdengar lebih kuat dalam sebuah persuasi; dibanding kalimat pasif, kalimat ini mempunyai ‘nada’ ajakan yang tebal. Struktur kalimat aktif lebih mudah dipahami dan, pastinya, menarik.

“Kami adalah solusi bisnis Anda.”

“Diharapkan kami dapat menjadi solusi untuk bisnis Anda.”

See? Saat menemukan kata-kata semacam ini di laman about us situs resmi perusahaan, kalimat pertama lebih mudah untuk diikuti, bukan?

2. Berceritalah!
Storytelling adalah unsur yang penting. Ia sangat ampuh untuk membuat pembaca tetap berada di depan layar; menyimak sebuah penuturan. Storytelling, apalagi jika dibumbui dengan semua cerita jujur tentang prestasimu, akan sangat jitu dalam mengajak pembaca. Ditambah call-to-action yang diselipkan dan menutup kalimat, cara ini bisa mengangkat kredibilitas konten website-mu.

3. Jangan lupakan 5W + 1 H.
Ya! Tepat sekali! Kamu tentu masih ingat kerangka paragraf yang diajarkan sejak duduk di sekolah dasar ini, ‘kan? Kerangka 5W + 1H (what, when, where, why, who, and how) sangat mampu membantumu menciptakan untaian kalimat yang jelas, tanpa harus melewatkan detil-detil penting yang mungkin luput.

4. Lebih ringkas, lebih baik.
Seperti yang sering kami sebutkan di sebuah artikel, ruang atensi manusia kini semakin pendek karena dunia yang juga semakin sibuk. Maka, tidak ada yang lebih tepat dibanding meringkas kata-katamu.

5. ‘Senandungkan’ tone yang positif.
Anggaplah kontenmu seperti sebuah lagu. Jika harus memberinya akord, maka nada yang positif adalah not balok indah yang harus kamu pilih dalam web copywriting. Terlalu banyak menyebut kata “jangan” bukan hal yang baik. Memang, terkadang tone negatif seperti itu diperlukan untuk tambahan, namun jika terlalu sering digunakan, hal ini akan meninggalkan jejak dan impresi yang kurang baik bagi pembaca.

Jelas ‘kan bagaimana trik dasar untuk terhindar dari web copywriting yang tidak ‘hidup’—seperti kamu berusaha mengantisipasi kencan yang dingin tanpa good impression? Jadi, kapan kamu berencana ‘menghidupkan’ konten website-mu dengan good copywriting?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects