Millennials: Sasaran Empuk untuk Target Marketing-mu.

idea@work - Millennials: Sasaran Empuk untuk Target Marketing-mu. #blogspot
Millennials: Sasaran Empuk untuk Target Marketing-mu.

“Panji Manusia Millennium”. Masih ingatkah dengan sinetron tersebut? Sinetron yang tayang di salah satu stasiun televisi swasta Indonesia pada tahun 1999-2001 ini menceritakan tentang superhero versi Indonesia bernama Panji yang merupakan manusia millennium. Dalam sinetron ini, sosok Panji menggunakan kostum berwarna silver. Ya, millennium identik dengan tahun 2000 dan warna silver. Setidaknya, millennium dikenal seperti itu di Indonesia. Lalu sebenarnya millennium itu apa sih? Millennium merupakan perhitungan untuk tiap jangka waktu seribu tahun dalam kalender. Dan kaum yang berada pada masa itu disebut millennial.

Jadi apakah Panji itu termasuk generasi millennial? Ya mungkin saja kalau dia lahir di antara tahun 1980-2000. Oke, cukup tentang Panji karena kita akan membahas mengenai generasi millennial dan bagaimana melakukan pendekatan marketing terhadap generasi ini.

Apa itu Generasi Millennial?
Generasi Millennial (juga dikenal dengan Generasi Y) ini adalah kelompok demografis setelah Generasi X. Tidak ada tanggal yang tepat kapan generasi ini dimulai dan berakhir. Kebanyakan peneliti sering mengelompokkan generasi yang lahir di awal 1980an hingga awal 2000an sebagai generasi millennial. Bisa dikatakan generasi millennial adalah generasi masa kini yang berumur sekitar 15 – 35 tahun.

Secara populasi, perkiraan jumlah generasi millennial di Amerika Serikat pada tahun 2015 adalah sekitar 83 juta orang. Lalu di Indonesia? Generasi ini diperkirakan mencapai lebih dari 250 juta jiwa dan akan terus meningkat mencapai 68,1 persen pada 2028 sampai 2031. Wow, right?

Bagaimana karakteristik Generasi Millennial?
Pada tahun 2007, penulis Junco dan Mastrodicasa menemukan bahwa generasi yang juga dikenal dengan “The Next Generation” ini lebih sering menggunakan teknologi daripada orang-orang dari generasi lainnya. Dan ditambah lagi menurut AdAge, generasi millennial rata-rata menghabiskan 25 jam per minggu di internet. Mereka cenderung gemar terlibat (share, like, pin, tweet, snap, forward, dan berkomentar) dengan apa yang mereka anggap menarik.

Jadi, apakah generasi millennial merupakan sasaran empuk untuk menjadi target pasar brand-mu di dunia digital? Ya, terdengar menjanjikan bukan? Berikut tips untuk melakukan marketing terhadap generasi millennial:

1. Let’s Go Mobile!
Berdasarkan penelitian yang dilakukan MasterCard, setidaknya ada 47 persen dari generasi millennial yang cenderung ingin membeli barang mewah tahun ini, contohnya gadget. So, let’s go mobile! Hal ini penting jika kamu mengincar generasi tersebut.

2. Incar mereka dalam grup sosial.
Generasi millennial gemar bersosialisasi. Dan untuk generasi ini, sosialisasi dinyatakan secara online maupun di kehidupan nyata, khususnya di banyak arena di mana kegiatan online dan offline yang melibatkan lingkaran pertemanan mereka. Perilaku sosial ini memiliki implikasi besar bagi kita yang melayani pelanggan.

Yang membuat generasi millennial dan generasi nonmillennial berbeda adalah kebiasaan belanja mereka. Generasi millennial cenderung belanja secara berkelompok dan mencari tahu pendapat orang lain, mereka tidak akan membuat keputusan sebelum mereka mendiskusikannya dengan orang-orang yang mereka percaya. Setidaknya, itu yang dikatakan Jeff, seorang marketer dari Fromm.

3. Be More Relevant and Engaging.
Memang sih strategi ini jelas berlaku untuk semua generasi, tapi strategi ini penting untuk generasi millennial. Generasi ini cenderung fokus pada pemecahan masalah kehidupan nyata melalui riset online; baik dalam pencarian dan media sosial. Brand yang dapat memberikan solusi yang relevan dan sederhana untuk masalah tersebut lah yang akan memenangkan perhatian dari generasi ini.

Selain itu, kamu perlu terlibat lebih dalam dengan mereka. Sekitar 95 persen dari generasi ini mengatakan bahwa teman-teman adalah sumber yang paling kredibel mengenai informasi produk. Ini berarti bahwa jika kamu dapat lebih terlibat dengan salah satu pelanggan yang termasuk generasi ini, kamu akan menciptakan semacam cult. Ya, cara terbaik agar informasi mengenai brand-mu tersampaikan terhadap generasi ini adalah membuat generasi ini sendiri yang menyebarkan informasi tersebut.

Terbukti kan, ternyata tidak sulit melakukan pendekatan terhadap generasi millennial ini. Dengan menerapkan tips di atas, kamu pasti akan membuat semacam ‘percikan’ dengan kelompok demografis ini.

0 Responses

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects