Perseteruan Instagram vs. Snapchat dan Hubungannya dengan Marketeer

Idea@work - Perseteruan Instagram vs. Snapchat dan Hubungannya dengan Marketeer. #blogpost
Perseteruan Instagram vs. Snapchat dan Hubungannya dengan Marketeer

Beberapa waktu ke belakang, Instagram menyisipkan fitur baru lewat update terbarunya yang bernama “Instagram Stories.” Pada fitur tersebut, kita dapat berbagi cerita tentang kegiatan atau aktivitas sehari-hari melalui foto atau video, sehingga nanti hasil tersebut bisa diunggah ke laman Instagram dan dilihat teman-teman kita. Lho, kok mirip dengan Snapchat ya!?

Konon, Stories membawa Instagram ke arah eksplorasi yang lebih dalam mulai dari menambahkan corat-coret, teks dan emoji ke dalam foto. Terlebih, semua hal tersebut bisa diakses dengan mudah di bagian atas beranda Instagram. Ya, nyatanya hal tersebut memang fitur yang “serupa-tapi-tak-sama” dengan Snapchat.

Kedua aplikasi tersebut kini tengah bersaing ketat dalam merebut hati para konsumen! Dilansir dari TechCrunch, Kevin Systrom sebagai CEO Snapchat mengaku bahwa Instagram Stories bukanlah sesuatu yang orisinil. “Ini bukan tentang siapa yang menciptakan sesuatu, tapi tentang sebuah format dan bagaimana membawanya ke sebuah jaringan lalu menaruh spin sendiri di atasnya,” ungkap Kevin. Meski begitu, dengan adanya Instagram Stories, hal tersebut menyimpan banyak arti bagi pelaku bisnis hingga para marketing enthusiast. Memangnya kenapa?

Banyak yang menyadari bahwa gaung marketing di Instagram lebih berjaya, sementara Snapchat sendiri belum terbiasa akan hal tersebut. Ditambah dengan Instagram Stories sendiri, kini para marketeer di dalamnya (hingga para buzzer sekalipun!) seolah merasa utuh dan hakiki lewat fitur ini. Hal pertama yang perlu disadari adalah: kini para antusias bisnis tak perlu keluar dari aplikasi Instagram untuk memasarkan produk atau jasanya, karena Instagram telah menyediakan semuanya.

Menu untuk menggambar dan teks? Tersedia. Ingin lebih playful terhadap konten sendiri? Bisa. Angka Viewer untuk setiap video yang diunggah? Ada. Lalu, apa lagi?

Sama seperti Snapchat, foto atau video yang telah kita naikkan ke Instagram juga bakal hilang dalam kurun waktu 24 jam. Setidaknya, dengan begini data tersebut tak akan menumpuk lalu kita dapat melanjutkan aktivitas media sosial yang lainnya. Lalu seperti yang telah dijelaskan di atas, bahwa fitur Stories dapat dengan mudah digunakan, yakni berada di top feed akun kita. Tidak ada? Sila update Instagram-mu terlebih dahulu, ya!

Kemiripan ini memunculkan komentar dari sana-sini, baik itu kubu Instagram sampai Snapchat. Namun perlu digarisbawahi, bahwa tendensi aktivitas marketing nyatanya tumbuh secara subur dalam Instagram. Tahu sendiri, bahkan sampai kolom komen pun dibanjiri orang yang sedang mengiklan; entah itu obat peninggi atau pelangsing. Namun karena Snapchat telah memiliki spin tersendiri atas apa yang telah dibuatnya, maka belum tentu Instagram lewat fitur terbarunya ini membuat para #TeamSnapchat berpaling.

Sepertinya menarik juga ya, memaksimalkan brand kita di Instagram Stories! Atau di antara kalian, sudah ada yang mencobanya?

One Response

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects