Tips dan Trik Penggunaan Email Marketing (Bagian 1)

Semakin banyak pelaku bisnis di dunia maya, tentu semakin sulit persaingannya. Dengan email marketing, Anda sebagai pebisnis bisa mendapat beberapa poin extra dari target pasar. Email marketing adalah cara pemasaran yang digunakan para pebisnis online menggunakan email atau surat elekronik. Dalam bisnis online, ada beberapa poin penting, salah satunya adalah email marketing. Mari kita bahas lebih lanjut hal yang perlu disiapkan dan diperhatikan.

Siapkan alamat IP

Apabila Anda melakukan email marketing dengan software milik sendiri, tentunya Anda perlu menyiapkannya di server yang sudah terhubung dengan internet. Di server tersebut, Anda akan memiliki alamat IP sendiri. Pada awalnya, alamat IP tersebut tidak memiliki reputasi. Artinya, ketika penyedia layanan email menerima email dari alamat IP baru itu, dia akan ragu apakah harus menandakan email yang masuk tersebut sebagai spam atau tidak?

Dengan demikian, penyedia akan menganalisa dengan mengumpulkan statistik. Saat penyedia mendapat jumlah email yang sangat banyak dalam waktu singkat dari satu alamat IP yang sama, mungkin penyedia akan menganggap alamat IP tersebut sebagai spammer. Jika hal ini terjadi, email Anda akan masuk ke folder spam atau bahkan di blokir, dan orang tidak akan pernah membacanya.

1. Lakukan warm up pada alamat IP

Supaya alamat IP Anda tidak dianggap sebagai spammer, Anda perlu melakukan warm up sebagai langkah awal. Warm up ini maksudnya memberikan tahapan jumlah pengiriman email. Ini mudah sekali dilakukan. Mulailah dengan mengirim beberapa email di hari partama, tidak perlu terlalu banyak. Lalu keesokan harinya, tambah jumlah pengiriman. Selama proses itu, penyedia layanan email tidak hanya melihat dari apa yang Anda kirim, tapi juga dari respon para penerima. Lakukan hal itu berulang setiap hari sampai Anda rasa sudah bisa cukup banyak mengirim email dalam satu hari.

2. Gunakan autoresponder

Anda bisa langsung menjalankan email marketing tanpa perlu melakukan warm up pada alamat IP, jika Anda menggunakan autoresponder. Dengan autoresponder, Anda tidak menggunakan alamat IP Anda, melainkan menggunakan alamat IP dari autoresponder tersebut. Kebanyakan autoresponder, pasti sudah melakukan proses warm up. Jadi Anda tidak perlu repot lagi.

3. Bagaimana cara melakukan warm up

Ada beberapa cara untuk melakukan warm up. Mulai dari yang sederhana (bisa Anda lakukan sendiri), menggunakan jasa, hingga menyewa jasa developer.

Cara yang manual atau sederhana ini sudah dijelaskan secara singkat sebelumnya. Yaitu mengirimkan email sedikit demi sedikit secara bertahap setiap harinya. Berikut contoh yang bisa Anda coba:

Jika Anda perlu mengirim lebih dari 100.000 email dalam sehari, Anda membutuhkan jadwal yang lebih lama dari pada contoh diatas. Dan jika Anda memiliki lebih dari satu alamat IP, buatlah jadwal warm up untuk masing-masing alamat IP tersebut.

Source:
https://www.marketingjoss.com/apa-itu-email-marketing-jawaban-lengkap/
http://inc-asean.com/technology/email-marketing-trick-can-greatly-help-performance-new-list/
https://quickbooks.intuit.com/r/email-marketing/8-email-marketing-tips-tricks/
https://blog.hubspot.com/marketing/make-emails-more-clickable-list
https://idaff.com/cara-membuat-subject-email-yang-baik/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects