YouTube Ads: Dibenci atau Disukai?

Ayolah, jujur saja. Siapa di antara kalian yang tidak tahan menikmati ‘appetizer’ berupa iklan di tayangan YouTube dalam waktu yang lama? Berapa banyak netizen yang menggerutu kecil dan berharap segera muncul tulisan skip ads, karena lebih ingin menyimak aksi YouTuber ketimbang YouTube ads? Jujur saja, kamu pasti salah satu di antaranya.

Tidak bisa dipungkiri, beberapa orang mungkin tidak menikmati suguhan ads di awal tayangan video seperti itu. Namun, ternyata, tak sedikit juga orang yang menyukai ads ini lho. Ya, paling tidak, itulah yang disebutkan Social Bakers lewat datanya.

Secara umum, Social Bakers menemukan dari hampir 5000 kanal YouTube, dengan lebih dari 28.000 video yang diunggah, bahwa ternyata publik media sosial cenderung menekan tombol Like untuk sebuah tayangan. Tepatnya, rata-rata rasio Like/Dislike ini sebesar 90%, yang mana berarti setiap 9 like terdapat 1 dislike.

Lalu, apakah itu berarti semua video pasti didominasi oleh YouTube ads? Belum tentu juga. Meski video dengan rating terbaik di YouTube masih dipuncaki iklan GoPro dengan rasio Like/Dislike sebesar 99,25%, namun saya akui itu akan menjadi sampling bias jika harus merepresentasikan seluruh YouTube ads secara utuh, dan menyimpulkan bahwa YouTube ads adalah hal yang dicintai banyak orang.

Google punya data sendiri soal suka-tidak suka ini. Spesifik ke persoalan skip ads, ternyata hanya 30% dari masyarakat yang ingin dan secara ‘sukarela’ meluangkan waktunya untuk menonton YouTube ads. Sebagian besarnya (70%)? Jelas, skip ads!

Di lain sisi, kita bisa melihat bagaimana banyak YouTube ads—termasuk GoPro, dan ia adalah salah satu jagoannya—yang dicintai publik maya. Tak percaya? Tengok saja YouTube Ads Leaderboard yang rutin dirilis Google tiap tahunnya.

Ini dia para pemuncak YouTube Ads Leaderboard. Lihat bagaimana mereka bisa mencuri momen dan menjauhkan kursor kita dari tombol “Skip Ads”.

Jika ditarik benang merah kesamaan dari ketiga video di atas—dan diambil dari beragam sumber, kunci keberhasilan YouTube ads ini ada dua, antara lain;
• Umumnya video berdurasi kurang lebih 30-60 detik
• Lebih dari lima menit, video akan sepi peminat

Waktu interaksi manusia kini semakin sempit dan pendek, khususnya terhadap konten internet. Nah, bila kita sadar dan siap untuk mengkreasikan konten berdurasi 30-60 detik—yang akan menjadi YouTube ads—tersebut, siapa sih yang akan menghindarinya tersebut dengan menekan tombol “Skip Ads”? Ini adalah investasi jangka panjang, melalui exposure yang terus bermunculan dari subscriber yang akan terus bertumbuh.

Bagaimana? Siap untuk mengolah video sekian detik untuk menjadi mahakarya YouTube ads bernilai lebih? Atau, punya ide brilian yang ingin dikolaborasikan bersama kami?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects