Livetweet, Jurnalisme, dan Trik Memanfaatkannya

“Presiden RI @jokowi sedang membuka acara #SeminarNasional.”

“Wah, seru nih! @therealdisastr dan @nicsap juga ikutan ngeramein #LariMarathon lho!”

Kami yakin, kamu pasti pernah menemui tweettweet seperti di atas, di lini masa akun Twitter-mu. Ya ‘kan?

Biasanya, tweet semacam ini kerap muncul di permukaan timeline ketika ada penyelenggaraan acara atau suatu kejadian besar, yang mana tujuannya adalah untuk melaporkan situasi di lokasi kegiatan dengan aktual dan cepat. Inilah jenis kicauan yang sudah mulai marak keberadaannya sejak pertengahan dekade 2010-an, bernama livetweet.

Livetweet adalah kicauan atau tweet yang berisi laporan suatu kejadian—baik itu dirangkai berdasarkan kronologis maupun momentum kegiatan—secara langsung (live).

Berpegangan pada definisi tersebut, livetweet sebenarnya punya ikatan yang kuat dengan dunia jurnalistik. Ya, bisa dibilang, ini adalah salah satu terobosan dalam kegiatan pewartaan di era media sosial.

Sebab, sedikit banyak, ukuran efisiensi serangkaian livetweet sebetulnya sama dengan bobot nilai berita dalam cakupan jurnalistik. Hal ini bisa dimulai dengan mempertanyakan, “Apakah tweet-tweet ini objektif, aktual, penting, dan memiliki muatan familiaritas yang kuat bagi followers?”

Dengan menjawab semua kriteria nilai berita tersebut dan mengemas kontennya dengan apik, livetweet akan membantumu mendapatkan keuntungan dari sisi marketing; ia bisa mencuri perhatian target audience-mu, khususnya untuk yang tidak ada di lokasi saat event berlangsung. Mereka akan mendapat informasi lebih dengan mengikuti jalannya kegiatan lewat livetweet.

Lalu, bagaimana memanfaatkan metode livetweet sebagai media promosi, yang sesuai dengan kaidah jurnalistik? Kami punya empat trik mudahnya!

  1. Manfaatkan 140 karakter dengan baik

Biasanya, social media admin perlu memberi sedikit ruang di dalam tweet untuk postingan gambar atau quote retweet, saat livetweet sedang berjalan. Kini, hal tersebut tak perlu dilakukan lagi. Fitur terbaru dari Twitter memungkinkan kita untuk menulis sebanyak 140 karakter, tanpa harus memikirkan karakter yang terisi karena gambar. Karena itu, manfaatkan fitur ini secara optimal! 

  1. Gunakan tagar/hashtag

Di zaman yang serba terhubung dengan situs jejaring sosial ini, para penyelenggara acara pasti sudah aware dengan pentingnya penggunaan hashtag untuk kegiatan mereka. Nah, kamu bisa menggunakan hashtag tersebut saat livetweet lho. Gunakan juga hashtag untuk brand-mu sendiri!

  1. Foto = penting!

Orang-orang biasa menyebutnya dengan twitpic, dan keberadaannya sangat penting sekali untuk livetweet. Agar memancing engagement, twitpic yang kamu unggah harus berisi momen-momen penting dan unik di dalam event.

  1. Kutip dan mention

Seperti yang dibahas sejak awal, livetweet adalah kegiatan yang bertalian dengan dunia jurnalistik. Karenanya, jangan ragu untuk melakukan reportase atau wawancara lapangan layaknya seorang jurnalis. Misal, kamu bertanya pada seorang pengisi acara tentang testimoninya terhadap konten acara atau brand-mu. Setelah itu, kamu bisa mengutip ucapannya untuk kemudian dikicaukan di Twitter. Jangan lupa mention dia juga ya!

Era media sosial memang benar-benar membantu media massa dalam mendistribusikan informasi dan konten lewat sebuah metode. Di sisi lain, sebuah brand juga seharusnya bisa memanfaatkan metode ini dalam hal promosi. Livetweet adalah metode tersebut! Kamu siap untuk mencobanya?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Let us help you with your projects