“Winter is coming”. Terdengar familiar? Ya, tentunya penggemar serial televisi drama fantasi Game of Thrones tidak asing dengan kutipan tersebut. Kalian pasti tidak sabar untuk menunggu season terbaru serial televisi ini, ‘kan? Termasuk Saya. Okay, before we’re totally geeking out, let’s learn something from this tv series. Sambil menunggu season 7 yang baru akan dimulai bulan Juli nanti, mari kita mempelajari beberapa marketing lesson dari Game of Thrones.
Bisnis marketing saat ini kurang lebih mirip dengan apa yang terjadi dalam storyline Game of Thrones. Perusahaan saling ‘berkelahi’ untuk memperjuangkan perhatian dari audiens. Gagal menyesuaikan marketing dengan perubahan perilaku pelanggan bisa menjadi kehancuran bagi bisnis Anda. Lalu, bagaimana cara bertahan dalam medan perang dunia perbisnisan ini?
1. Loyalitas adalah kunci.
Varys menjelaskan dua prinsip yang membimbing kebanyakan orang di Westeros: “Those who are loyal to the realm, and those who are loyal only to themselves.” Dunia Westeros didasarkan pada satu fakta sederhana bahwa setiap orang pasti setia kepada sesuatu ataupun pihak tertentu.

‘Memenangkan’ seseorang, apakah itu subscriber, pelanggan, ataupun sekutu yang kuat di King’s Landing hanyalah permulaan. Aliansi bisa bergeser dalam sekejap mata, yang berarti Anda harus terus berupaya mempertahankan loyalitas dari pihak-pihak yang mendukung Anda. Perhatikan pelanggan dengan memberi mereka apresiasi seperti diskon khusus, undangan VIP, atau bahkan hanya sekedar ucapan “terima kasih”. Seperti yang sebelumnya Saya bahas di sini bahwa loyalitas dapat menjadi salah satu marketing tool yang paling efektif untuk bisnis Anda.
2. Melawan untuk bertahan.

‘Valar Morghulis’ yang artinya ‘all men must die,’ tentunya tidak secara harfiah bermakna Anda harus ‘mematikan’ para kompetitor. Apapun industri yang Anda geluti, tentunya Anda dan para kompetitor akan bersaing memenangkan audiens yang sama. Jadi untuk benar-benar menonjol, Anda harus berani, berani, dan berani. Melakukan sesuatu yang berbeda dan orisinil akan membantu Anda menghadapi orang-orang yang (mungkin) senang melihat Anda gagal, karena Anda memiliki inisiatif dan keberanian untuk melakukan sesuatu secara berbeda.
3. Selalu tepati janji Anda.
Plot Game of Thrones berkisar pada janji-janji seperti: Brienne yang berjanji untuk melindungi anak perempuan Catelyn; Khaleesi berjanji untuk membebaskan para budak; dan Arya Stark yang memiliki misi untuk membalaskan dendam keluarganya. Pelajaran yang bisa kita ambil? Jika Anda membuat janji kepada audiens, sebaiknya Anda menepatinya.

Seperti Lannisters : ” A Lannister always pays their debts “, bisnis Anda pun demikian. Penilaian dan pandangan pembeli terhadap Anda dibentuk oleh janji yang Anda buat, dan terlepas dari apakah Anda memutuskan untuk menindaklanjutinya atau benar-benar menepatinya. Pemahaman tersebut sangat penting untuk memenangkan dan mempertahankan kepercayaan pelanggan. Jadi, buatlah marketing campaign yang memberikan pesan yang konsisten dan pelanggan tahu apa yang mereka harapkan.
Itulah beberapa pelajaran yang dapat Anda (khususnya marketer) ambil dari Game of Thrones. So, the last takeaway is: Don’t be a “know nothing” like Jon Snow. Please, don’t.
