Logika seringkali dikalahkan oleh emosi. Terkadang tanpa di sadari, konsumen tidak membeli bukan karena alasan logis melainkan emosional. Seperti yang telah kami bahas sebelumnya disini bahwa pelanggan tidak serta-merta menghasilkan keputusan hanya berdasarkan logika.
Penelitian menunjukkan bahwa iklan yang menyentuh emosi lebih berhasil daripada iklan yang hanya menyentuh logika. Tetapi, tentu saja orang-orang tidak ingin merasa seolah-olah emosi mereka dimanipulasi. Mereka ingin percaya bahwa mereka membuat keputusan berdasarkan akal sehat. Tantangan pembuat iklan adalah untuk menyajikan argumen yang tampaknya meyakinkan secara logika, padahal sebenarnya bertujuan untuk menggugah emosi pemirsanya. Yuk, simak tips bagaimana membuat iklan yang emosional.
1. Sertakan wajah manusia
Terlepas dari suku atau latar belakang, wajah manusia dapat menunjukkan apakah seseorang itu sedang sedih, marah atau bahagia dalam sebuah gambar. Dengan memanfaatkan wajah di iklan Anda, Anda dapat mengatur suasana dari awal, menggunakan ekspresi wajah model untuk memicu emosi yang diinginkan pada audiens Anda.
2. Sampaikan cerita yang bagus
Di samping visual, hal lain yang disukai manusia adalah kisah yang diceritakan dengan baik. Cerita utamanya akan berfungsi untuk iklan yang bertujuan meningkatkan brand awareness. Dengan memfokuskan pada audiens Anda, membuat mereka lebih mudah menerima pesan iklan. Sebagai contoh adalah iklan Airbnb “Wall and Chain” di Facebook, yang dinominasikan untuk Penghargaan Webby. Dengan menceritakan kisah seorang pria yang mencoba menemukan tempat yang nyaman, Airbnb tidak hanya menyampaikan iklan yang selaras dengan audiensnya tetapi selaras dengan citra brand.
3. Jual manfaatnya, bukan fiturnya
Salah satu kesalahan paling umum yang dibuat saat mengampanyekan penjualan berfokus pada “fitur” suatu produk atau layanan, bukan pada manfaat atau solusi yang hendak produk tersebut pecahkan. “Manfaat” menawarkan solusi adalah menarik emosi yang memotivasi orang untuk membeli. “Fitur” di sisi lain sering bersifat teknis dan tidak relevan.
Apple memahaminya ketika mereka merilis iPod pertama. MP3 player bukanlah hal yang baru, dan teknologi ini mengalahkan CD. Masalahnya adalah bagaimana menjelaskan seberapa jauh kehidupan pelanggan akan lebih baik jika mereka memiliki iPod.
Bagaimana menurut Anda dengan keputusan Apple yang menginformasikan apa yang bisa dilakukan konsumen dengan iPod alih-alih memberi tahu keunggulan teknisnya?
4. Sertakan isu sosial
Termasuk salah satu cara efektif untuk mendapatkan daya tarik adalah melalui campaign yang mengambil tema isu sosial. Namun, metode membutuhkan eksekusi yang hati-hati. Jika dilakukan dengan benar, hal tersebut dapat membuat brand Anda sebagai brand yang bijaksana dan sensitif. Contohnya adalah campaign Always #LikeAGirl yang membahas masalah harga diri dan kepercayaan diri yang dihadapi oleh gadis remaja selama masa pubertas. Campaign ini memenangkan beberapa penghargaan dan menerima lebih dari 65 juta tontonan di YouTube.
https://youtu.be/XjJQBjWYDTsBerserakannya iklan di media social, membuat Anda kesulitan untuk meraih perhatian konsumen. Menyentuh emosi audiens akan membantu Anda untuk tidak sekedar meraih perhatian, namun juga simpati yang akhirnya membangun loyalitas terhadap brand Anda.
Anda Masih bingung bagaimana menerapkan tips di atas? Langsung klik di sini untuk mengatur sebuah sesi konsultasi bersama kami. Kami siap membantu Anda.
Sumber:
https://www.inc.com/adam-heitzman/how-to-use-emotion-to-strengthen-your-digital-marketing.html
http://www.nielsen.com/nz/en/insights/news/2014/its-not-rocket-science-but-it-is-neuroscience.html
https://www.entrepreneur.com/article/281934
https://www.dandad.org/en/d-ad-always-like-a-girl-campaign-case-study-insights/

